Pasang Iklan
Senin, 17 Juli 2023
Tersesat Ke Alam JIN
Diterbitkan Juli 17, 2023
Tags
Tersesat Ke alam Jin
"Ajian Raga Sukma ini pernah kupelajari , Aku akan mencoba mencari Indra.
Semoga Nyawanya masih tertolong". Ucap Wira pada orangtua Indra.
"Apakah cara ini bisa berhasil ?" Ucap ortunya.
"Berdoa , karena sebagai manusia harus berusaha juga. Selebihnya kita Pasrah kepada Tuhan." Ucap Wira.
"Bapak dan ibu akan mendoakan dari sini." Ucap ayahnya indra.
"Saya pamit , assalamualaikum." Ucap Wira.
Wiranata Praja Kusumah merupakan seorang pemuda yang memiliki kebatinan. Usianya baru beranjak sekitar 18 Tahun. Sejak kecil dia diasuh oleh seorang kakek yang bernama Kyai Ikhsan. Sejak kecil , dirinya terbiasa mempelajari kebatinan. Dirinya selalu menurut apa yang diperintahkan oleh Gurunya. Puasa dan tadabur alam sering dilakukannya. Agar menambah keyakinan terhadap sang Pencipta. Wira sebenarnya anak yang pendiam , cerdas , dan memiliki insting yang tajam. Wajar saja , dirinya masih keturunan Raja di Negeri Candra Nirwana. Sosoknya disembunyikan , karena takut dikenali oleh para musuhnya. Kerajaan yang dahulu sudah runtuh. Karena Perseturuan di dalam kerajaan. Perang saudara tidak dapat dihindari , pemicunya adalah TAHTA kerajaan. Wira merupakan sosok yang sangat peduli terhadap kaum marjinal atau kalangan terpinggirkan. Dirinya mewarisi sifat welas asih terhadap sesama. Para pendekar banyak yang pernah menjajal kesaktiannya. Akan tetapi , semuanya GAGAL. Wira tidak pernah menyombongkan keahliannya pada siapapun. Dirinya merasa tidak ada yang jago maupun hebat didunia ini.
Suatu hari , disuatu Negeri yang masih bersebelahan dengan Candra Nirwana , banyak warga yang tidak sadarkan diri. Karena , mereka ditumbalkan oleh seorang raja baru. Konon , raja itu memiliki perjanjian dengan Raja JIN. Tujuanya untuk memperkuat tahta dan kerajaannya. Mengetahui hal ini , Wira tidak tinggal diam. Dirinya membantu mengembalikan Sukma para warga kembali ke alam nyata. Bagaimanakah Sikap Raja JIN mengetahui perlawanan dari wira ?
Akankah asal usul Wira terbongkar ?
Bab 1
Seorang kakek berjalan menyusuri jalan setapak dipinggiran sungai , Wajahnya sudah mulai menua , langkahnya sangat hati-hati. Dia selalu melakukan perjalanan jauh dari kampung ke kampung hingga Negeri ke negeri. Langkahnya terhenti ketika mendengar sebuah tangisan bayi yang sangat kencang dan lantang.
"Dari arah mana suaranya tangisan itu ?" Tanya sang kakek dengan seksama mencari-cari asal suara tangisan yang semakin kencang.
"Astagfirullah... ,, siapa yang tega membuang bayi ini ?". Langkahnya menyusuri pinggiran sungai mencari jalan untuk berniat menyelematkan bayi yang hanyut.
"Anak siapa ini ?" Gumamnya dalam hati sambil menggendong dari keranjang.
Untung saja aliran sungai tidak terlalu deras dan bayinya sangat tampan, kulitnya putih dengan rona kemerah-merahan. Dia sangat kelihatan lapar. Sepertinya sudah lama hanyut disungai dan tidak ada yang mengambilnya.
Langkah kakek terus berjalan untuk membawa bayi itu dan memutuskan untuk mendidik dan merawatnya. Tibalah disebuah kaki bukit pegunungan yang tidak jauh dari tempat ditemukan bayi itu. Kakek mulai membangun rumah dan menata pekarangan.
"Nak , kakek akan memberi nama untukmu , Wiranata Praja Kusumah." Ucapnya berbicara pada sang bayi yang baru beberapa minggu ditemukan.
Kakek pergi kepasar untuk membeli sapi , domba dan hewan ternak lainnya. Setiap hari dengan telaten , kakek merawat dan memberinya susu sapi.
"Sampurasun...." Ucap Pemuda kira kira baru belasan tahun.
"Rampes..." Jawab sang kakek.
"Siang kek... Maaf mengganggu kek waktunya." Ucap pemuda itu.
"Tujuan kisanak datang kesini untuk apa ?" Tanya kakek.
"Begini Kek... apa saya boleh tinggal disini bersama , untuk mengabdikan diri saya ?". Tanya pemuda itu.
"Apa masih ada orangtua kisanak ?" Tanya kakek.
"Mereka sudah meninggal kek." Jawabnya.
"Nama kisanak siapa ?". Tanya kakek lagi.
"Saya Joko kek. Apa saya boleh ikut sama kakek ?". Ujar joko.
"Kalau , saudara kisanak masih ada ?". Tanya kakek lagi menguji kesabaran joko.
"Ada kek." Jawab joko singkat.
"Dimana mereka semuanya ?". Tanya kakek
"Jauh kek , mereka tidak pernah peduli dengan saya kek ,." Jawab joko apa adanya.
Kakek Ikhsan Manggut - manggut sesekali menyisir janggut dengan tangannya.
"Begini ,, kisanak harus mengetahui , Ikut dengan saya banyak sekali bahaya yang mengancam. Karena itu saya tidak ingin Kisanak dalam keadaan berbahaya." Jawab sang kakek.
Tanpa banyak kata lagi , Kyai Ikhsan dikagetkan dengan tingkah joko.
"Saya mohon kakek mau menerima saya untuk ikut kemana pun kakek pergi. Saya sangat ingin memiliki orangtua dan ada yang membimbing saya." Joko memelas dengan posisi sujud menghadap sang kakek.
"Bangun kisanak , engkau tidak boleh sujud kepada mahkluk selain sang Khalik." Jawab kakek sambil membantu joko untuk bangun.
"Tapi , kakek harus menerima saya sebagai apapun. Yang penting saya dapat bersama kakek." Pinta joko dengan merapatkan kedua tangannya memohon dan memelas.
Kyai Ikhsan Berpikir sejenak dan membuat kesepakatan dengan joko.
"Baiklah , ada beberapa hal yang harus kau patuhi apabila ingin ikut denganku." Jawab kakek.
"Apapun itu perintahnya , saya akan menuruti apa kata kakek." Pinta joko semakin merengek.
Kyai Ikhsan kembali lagi merenung dengan sorot mata tajam memandangi raut wajah serta kedua mata joko.
"Ingat kataku baik-baik kisanak , langkah pertama , kisanak harus seorang muslim. Mau belajar agama , menuju jalan yang di ridhoi ALLAH SWT , sehingga kisanak dapat selamat dunia akhirat. Kedua kisanak harus mau belajar ilmu bela diri , akan tetapi , kisanak tidak boleh memiliki sifat sombong , ilmu harus dipergunakan hal yang baik , ketiga kisanak harus membantu mengurus anak ini. Keempat , kisanak tidak boleh membantak kata kataku. Kelima , kisanak harus membantu mengurus hewan ternak sebagai bekal nantinya. Bagaimana ?
"Iya saya mau kek menuruti segala yang kakek perintahkan." Dengan senangnya joko memeluk kakek.
Singkat cerita , joko melakukan segala yang diperintahkan oleh kakek , Wira pun sudah beranjak tujuh tahun , kedekatan joko dan wira seperti kakak beradik. Mereka rukun dan selalu mengisi hari-hari dengan canda tawa. Joko sangat menyayangi Wira dengan segenap hatinya. Apabila berburu dan dalam bahaya , joko selalu melindungi wira.
******
"Para Prajuritku... Dengarkan Titahku...!!!" Ucap seorang Raja Yang bernama Goparana.
"Baik yang Mulia.." Jawab prajuritnya serentak dengan berbaris rapi.
"Aku mendapatkan Kabar Bahwa anak dari Dewi Permatasari Masih hidup. Tugas Kalian menemukannya dengan ciri ciri yang sudah kucantumkan dalam selebaran ini yang nanti akan dipasang diseluruh Negeri ini hingga kesudut maupun kepelosok. Hidup atau mati , bawa anak itu kehadapanku." Ucap Goparana dengan lantang.
"Baik yang mulia." Prajurit menjawab serentak. Lalu , mereka mengambil selebaran untuk segera dipasang diberbagai penjuru negeri.
Artikel Terkait
This Is The Oldest Page
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon