Tampilkan postingan dengan label novel misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel misteri. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juli 2023

Kesaktian Keris Sambar Geledek Meminta Tumbal

Foto : Google - Istimewa

Lembaran kitab terbuka dengan berbagai mantera , kegunaan maupun fungsinya berbeda-beda. Kepulan asap membumbung tinggi kelangit-langit beratapkan bilik. Menyerubungi setiap sudut rumah yang terbuat dari bambu. Seorang Kakek tua terlihat duduk bersila dengan mulut berkomat kamit , matanya terpejam , tangan kanannya sesekali meraup butiran pasir lalu memyemburkan kesebuah wadah yang terbuat dari tanah liat.
"Duaaarrrr....."  suara Api menyambar-nyambar dari wadah.

Konsentrasi kakek berjenggot panjang sampai dada sedang melafalkan mantra , sesekali kedua bola matanya dibuka dengan ekspresi melotot. Semilir angin bertiup dengan kencang. Troookk..... trookkk... pohon bambu bersahutan diterpa , jendela rumah terkadang terbuka karena hempasannya. Begitu gelap langit terlukis dicakrawala. Tubuh sang kakek bergetar hebat tiada henti.. berputar-putar duduknya , Namun posisinya selalu kembali ke posisi semula.

Bumi bergoncang hebat , lantunan suara gamelan dan kendang saling bertabuh , entah dari mana suara musik itu berasal. Kabut yang menyelimuti kaki bukit pegunungan menambah suasana yang menakutkan.

"Bruuuuggg..... bruugghh.... brugghhh...." terdengar langkah kaki perlahan namun dapat menggoncangkan disekitarnya. Suasana semakin mencekam , gemercik hujan rintik mulai turun , longlongan anjing pun bersahutan , seakan memberi pertanda adanya makhluk astral yang datang.

"Huaaaaahaahahahahahaa......" Suara tawa menggelegar dengan hebatnya. Sosok raksasa dengan berdiri hampir 15 meter terus mendekati rumah seorang kakek tua. Masih terdengar suara langkah kaki dan semakin jelas suaranya semakin kencang pula.

"Huaahahaaaa....." tawanya sangat menyakitkan kuping siapapun yang mendengarkan. Sang kakek Membuka matanya lebar - lebar seraya memberi hormat kepada makhluk raksasa itu.

"Salam hormat saya Tuan." Ucap sang kakek dengan membungkukkan badannya.

"Ada apa kau manusia memanggilku ?" Tanya raksasa itu.

"Hamba akan mempersembahkan manusia untuk anda." Jwab sang kakek.

"Huahahahahahaa... kau adalah pengikutku yang sangat patuh." Ujar raksasa.

Bulu bulu ditangannya terlihat seperti sapu lidi , kakinya sangat besar hampir sama tingginya dengan atap dinding rumah kakek.

"Apa keinginan mu ?" Tanya raksasa.

"Hamba mengingkan ilmu abadi untuk terus hidup didunia ini." Jawab kakek memberitahu.

"Bagus , kau harus menjadi pengikutku , maka segala keinginanmu akan kupenuhi." Jawab raksasa.

"Hamba siap mengabdi , Apapun syaratnya akan hamba penuhi." Jawab sang kakek.

"Apa ada lagi keinginanmu selain itu ?" Tanya raksasa.

"Hamba menginginkan kesaktian agar menjadi orang hebat didunia ini." Pinta sang kakek.

"Itu sangat mudah , Asalkan kau memberikan persembahan manusia , wanita masih perawan , dan ingat harus ada setiap tanggal 15 bulan purnama dalam satu tahun satu nyawa. Huahahahahaha...." Jawab Raksasa.

"Baiklah hamba mengerti dan siap melaksanakan perintah." Ucap sang kakek.

"Bagus , sekarang mana persembahan untukku ? Agar kau memiliki pusaka." Tanya raksasa.

"Ini dikamarku Tuan. Dia adalah wanita masih muda." Jawab sang kakek.

Si raksasa itu melihat seorang gadis yang lemah terbaring dengan memakai kebaya khas pedesaan. Tertidur pulas dengan rona wajah cantiknya membuat sang raksasa tersenyum. Satu tangannya menutupi seluruh badan gadis itu. Dia menyerap energi dan darah dari tubuhnya mengambil sari patinya. Gadis tersebut meninggal seketika dengan wajah yang sangat pucat , matanya melotot dan lidahnya menjulur keluar. Wajah yang asalnya cantik pun berubah menjadi menyeramkan.

"Huahahahahahaa.....,, nikmat sekali persembahanmu ,, maka seperti yang ku janjikan , kau akan kuberi keris sakti bernama Keris sambar geledek." Ucap sang raksasa.

"Terima kasih tuan , kegunaannya apa pusaka ini ?" Tanya sang kakek.

"Pusaka itu banyak sekali macamnya. Namun ingat ada kelemahannya ," jawab sang kakek.

"Apa itu tuan ?" Tanya sang kakek.

"Jangan pernah kau letakkan diatas beras , dan jangan menyentuh kitab agama Islam." Jawab Raksasa.

"Baiklah tuan , Lalu supaya lebih sakti pusaka ini harus bagaimana ?" Tanya kakek lagi.

"Setiap 3 bulan sekali , kau mandikan dengan darah ayam hitam atau dengan darah kambing hitam seluruh badannya. Lalu bacakan mantra ini." Jawab sang raksasa.

" baiklah tuan , apabila saya ingin memanggil tuan dalam keadaan genting bagaimana caranya ?" Tanya kakek.

"Pejamkan matamu dan konstrasikan pikiranmu terhadap wajahku dengan menyebut Buto Kelana sebanyak tiga kali , lalu tanganmu ketukkan kebumi." Jawabnya.

"Baiklah saya sudah paham semuanya." Ujar sang kakek.

"Ingat , Apabila persembahanku tidak kau lakukan atau terlewati , meskipun satu kali , maka NYAWAMU sendiri yang akan melayang. Huahahahahahaha..." ucap sang buto dan menghilang dalam sekejap dari pandangan Sang Kakek.

Ayam berkokok menandakan Pagi akan datang. Suasana kaki bukit pegunungan Begitu hening dan tenang. Pohon pohon , batu , dedaunan , dan air yang menetes dari embun merupakan saksi dari peristiwa semalam. Tergolek dengan kaku seorang gadis yang sudah tidak bernyawa. Sang Kakek membuangnya ke sungai.

********


Tersesat Ke Alam JIN

Tersesat Ke alam Jin

"Ajian Raga Sukma ini pernah kupelajari , Aku akan mencoba mencari Indra. 
Semoga Nyawanya masih tertolong". Ucap Wira pada orangtua Indra.

"Apakah cara ini bisa berhasil ?" Ucap ortunya.

"Berdoa , karena sebagai manusia harus berusaha juga. Selebihnya kita Pasrah kepada Tuhan." Ucap Wira.

"Bapak dan ibu akan mendoakan dari sini." Ucap ayahnya indra.

"Saya pamit , assalamualaikum." Ucap Wira.

Wiranata Praja Kusumah merupakan seorang pemuda yang memiliki kebatinan. Usianya baru beranjak sekitar 18 Tahun. Sejak kecil dia diasuh oleh seorang kakek yang bernama Kyai Ikhsan. Sejak kecil , dirinya terbiasa mempelajari kebatinan. Dirinya selalu menurut apa yang diperintahkan oleh Gurunya. Puasa dan tadabur alam sering dilakukannya. Agar menambah keyakinan terhadap sang Pencipta. Wira sebenarnya anak yang pendiam , cerdas , dan memiliki insting yang tajam. Wajar saja , dirinya masih keturunan Raja di Negeri Candra Nirwana. Sosoknya disembunyikan , karena takut dikenali oleh para musuhnya. Kerajaan yang dahulu sudah runtuh. Karena Perseturuan di dalam kerajaan. Perang saudara tidak dapat dihindari , pemicunya adalah TAHTA kerajaan. Wira merupakan sosok yang sangat peduli terhadap kaum marjinal atau kalangan terpinggirkan. Dirinya mewarisi sifat welas asih terhadap sesama. Para pendekar banyak yang pernah menjajal kesaktiannya. Akan tetapi , semuanya GAGAL. Wira tidak pernah menyombongkan keahliannya pada siapapun. Dirinya merasa tidak ada yang jago maupun hebat didunia ini.

Suatu hari  , disuatu Negeri yang masih bersebelahan dengan Candra Nirwana , banyak warga yang tidak sadarkan diri. Karena  , mereka ditumbalkan oleh seorang raja baru. Konon , raja itu memiliki perjanjian dengan Raja JIN. Tujuanya untuk memperkuat tahta dan kerajaannya. Mengetahui hal ini , Wira tidak tinggal diam. Dirinya membantu mengembalikan Sukma para warga kembali ke alam nyata. Bagaimanakah Sikap Raja JIN mengetahui perlawanan dari wira ?
Akankah asal usul Wira terbongkar ?
Bab 1

Seorang kakek berjalan menyusuri jalan setapak dipinggiran sungai , Wajahnya sudah mulai menua , langkahnya sangat hati-hati. Dia selalu melakukan perjalanan jauh dari kampung ke kampung hingga Negeri ke negeri. Langkahnya terhenti ketika mendengar sebuah tangisan bayi yang sangat kencang dan lantang.

"Dari arah mana suaranya tangisan itu ?" Tanya sang kakek dengan seksama mencari-cari asal suara tangisan yang semakin kencang.

"Astagfirullah... ,, siapa yang tega membuang bayi ini ?". Langkahnya menyusuri pinggiran sungai mencari jalan untuk berniat menyelematkan bayi yang hanyut.

"Anak siapa ini ?" Gumamnya dalam hati sambil menggendong dari keranjang.

Untung saja aliran sungai tidak terlalu deras dan bayinya sangat tampan, kulitnya putih dengan rona kemerah-merahan. Dia sangat kelihatan lapar. Sepertinya sudah lama hanyut disungai dan tidak ada yang mengambilnya.

Langkah kakek terus berjalan untuk membawa bayi itu dan memutuskan untuk mendidik dan merawatnya. Tibalah disebuah kaki bukit pegunungan yang tidak jauh dari tempat ditemukan bayi itu. Kakek mulai membangun rumah dan menata pekarangan.

"Nak , kakek akan memberi nama untukmu , Wiranata Praja Kusumah." Ucapnya berbicara pada sang bayi yang baru beberapa minggu ditemukan.

Kakek pergi kepasar untuk membeli sapi , domba dan hewan ternak lainnya. Setiap hari dengan telaten , kakek merawat dan memberinya susu sapi.

"Sampurasun...." Ucap Pemuda kira kira baru belasan tahun.

"Rampes..." Jawab sang kakek.

"Siang kek... Maaf mengganggu kek waktunya." Ucap pemuda itu.

"Tujuan kisanak datang kesini untuk apa ?" Tanya kakek.

"Begini Kek... apa saya boleh tinggal disini bersama , untuk mengabdikan diri saya ?". Tanya pemuda itu.

"Apa masih ada orangtua kisanak ?" Tanya kakek.

"Mereka sudah meninggal kek." Jawabnya.

"Nama kisanak siapa ?". Tanya kakek lagi.

"Saya Joko kek. Apa saya boleh ikut sama kakek ?". Ujar joko.

"Kalau , saudara kisanak masih ada ?". Tanya kakek lagi menguji kesabaran joko.

"Ada kek." Jawab joko singkat.

"Dimana mereka semuanya ?". Tanya kakek

"Jauh kek , mereka tidak pernah peduli dengan saya kek ,." Jawab joko apa adanya.

Kakek Ikhsan Manggut - manggut sesekali menyisir janggut dengan tangannya.

"Begini ,, kisanak harus mengetahui , Ikut dengan saya banyak sekali bahaya yang mengancam. Karena itu saya tidak ingin Kisanak dalam keadaan berbahaya." Jawab sang kakek.

Tanpa banyak kata lagi , Kyai Ikhsan dikagetkan dengan tingkah joko.

"Saya mohon kakek mau menerima saya untuk ikut kemana pun kakek pergi. Saya sangat ingin memiliki orangtua dan ada yang membimbing saya." Joko memelas dengan posisi sujud menghadap sang kakek.

"Bangun kisanak , engkau tidak boleh sujud kepada mahkluk selain sang Khalik." Jawab kakek sambil membantu joko untuk bangun.

"Tapi , kakek harus menerima saya sebagai apapun. Yang penting saya dapat bersama kakek." Pinta joko dengan merapatkan kedua tangannya memohon dan memelas.

Kyai Ikhsan Berpikir sejenak dan membuat kesepakatan dengan joko.

"Baiklah , ada beberapa hal yang harus kau patuhi apabila ingin ikut denganku." Jawab kakek.

"Apapun itu perintahnya , saya akan menuruti apa kata kakek." Pinta joko semakin merengek.

Kyai Ikhsan kembali lagi merenung dengan sorot mata tajam memandangi raut wajah serta kedua mata joko.

"Ingat kataku baik-baik kisanak , langkah pertama , kisanak harus seorang muslim. Mau belajar agama , menuju jalan yang di ridhoi ALLAH SWT , sehingga kisanak dapat selamat dunia akhirat. Kedua kisanak harus mau belajar ilmu bela diri , akan tetapi , kisanak tidak boleh memiliki sifat sombong , ilmu harus dipergunakan hal yang baik , ketiga kisanak harus membantu mengurus anak ini. Keempat , kisanak tidak boleh membantak kata kataku. Kelima , kisanak harus membantu mengurus hewan ternak sebagai bekal nantinya. Bagaimana ?

"Iya saya mau kek menuruti segala yang kakek perintahkan." Dengan senangnya joko memeluk kakek.

Singkat cerita , joko melakukan segala yang diperintahkan oleh kakek , Wira pun sudah beranjak tujuh tahun , kedekatan joko dan wira seperti kakak beradik. Mereka rukun dan selalu mengisi hari-hari dengan canda tawa. Joko sangat menyayangi Wira dengan segenap hatinya. Apabila berburu dan dalam bahaya , joko selalu melindungi wira.

******

"Para Prajuritku... Dengarkan Titahku...!!!" Ucap seorang Raja Yang bernama Goparana.

"Baik yang Mulia.." Jawab prajuritnya serentak dengan berbaris rapi.

"Aku mendapatkan Kabar Bahwa anak dari Dewi Permatasari Masih hidup. Tugas Kalian menemukannya dengan ciri ciri yang sudah kucantumkan dalam selebaran ini yang nanti akan dipasang diseluruh Negeri ini hingga kesudut maupun kepelosok. Hidup atau mati , bawa anak itu kehadapanku." Ucap Goparana dengan lantang.

"Baik yang mulia." Prajurit menjawab serentak. Lalu , mereka mengambil selebaran untuk segera dipasang diberbagai penjuru negeri.